Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.

Jumat, 24 September 2010

Penerapan Pengolahan Citra pada Pertanian Buah Naga


Tak asing lagi bagi orang kita mendengar Buah Naga. Buah yang sebagian besar mengganggap berasal dari Meksiko ini semakin lama semakin dikembangkan di Indonesia karena dianggap mempunyai prospek yang bagus untuk dibisniskan. Hal ini jelas terlihat di berbagai swalayan, toko buah ataupun mall yang menjual buah ini.
Pengolahan citra adalah cara yang dipakai untuk pemanenan buah naga dengan tujuan tidak merusak dan mengakibatkan cacat pada kulit luar buah. Pengolahan citra merupakan proses pengolahan dan analisis citra yang banyak melibatkan persepsi visual. Proses ini mempunyai ciri data masukan dan informasi keluaran yang berbentuk citra. Istilah pengolahan citra digital secara umum didefinisikan sebagai pemrosesan citra dua dimensi dengan komputer. Dalam definisi yang lebih luas, pengolahan citra digital juga mencakup semua data dua dimensi. Mutu buah naga ditentukan oleh berbagai parameter diantaranya adalah parameter tingkat ketuaan dan kematangan (indeks warna) serta ukuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan cara sortasi tanpa merusak (non destructive test) untuk tingkat ketuaan dan kematangan buah naga menggunakan pengolahan citra dan jaringan syaraf tiruan. Pengolahan citra dikembangkan berdasarkan umur petik dan warna buah.
Sebuah CCD kamera dengan penangkap citra digunakan untuk menangkap citra pada resolusi 256 x 192 pixel. Dari data pengolahan citra kemudian diolah menggunakan jaringan syaraf tiruan (JST) dengan konstanta momentum 0,8, dan fungsi aktivasi 1 serta dilatih sampai 10000 iterasi pada lapisan tersembunyi 3, 6, 9, 12 dan 15 simpul lapisan tersembunyi. Hasil penelitian menunjukkan nilai JST yang paling ideal untuk memprediksi ketuaan dan kematangan buah naga adalah menggunakan parameter hasil pengolahan citra sebagai data masukan (area, hue, saturasi, intensitas, kontras, homogenitas, entropi dan energi) dan dapat menentukan ketuaan dan kematangan buah naga dengan tingkat keakuratan yang tinggi (93,7%).
 

0 komentar:

Poskan Komentar